Bukti Kesuksesan Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC) 2015

Meraih Teknologi Melalui Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC)er+

image source itb.ac.id

Dikampus.com – Himpunan Mahasiswa Tehnik Kimia (Himatek) ITB, adakan Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC) 2015. Pada usianya yang ke-16 ini, IChEC dengan diawali aktivitas pra-event berbentuk lomba penulisan esai serta lomba pembuatan poster yang sudah diawali mulai sejak Januari 2015. Juga sebagai aktivitas inti, IChEC suguhkan pertandingan rancang pabrik, pertandingan pemecahan studi masalah.

Acara di buka dengan tampilan dari Gabungan Nada Mahasiswa ITB, dilanjutkan dengan sambutan Ketua IChec 2015 Ryan Christnata dilanjutkan sambutan dari Ketua Program Studi Tehnik Kimia Tjokorde Walmiki Samadhi, Ph. D., dan sambutan dari Prof. Yazid Bindar sebagai Wakil Dekan Bagian Sumberdaya Fakultas Tehnologi Industri ITB sekalian buka dengan cara resmi ICheC 2015.

Juga sebagai pra-event, lomba penulisan esai serta pembuatan poster sukses menarik perhatian kian lebih 70 mahasiswa di lokasi ASEAN. Dengan tema besar pemrosesan mineral serta material yang berkepanjangan, terkecuali untuk tingkatkan kreativitas serta penambahan pengetahuan, lomba poster menantang tiap-tiap peserta untuk membuat suatu sajian info yang systematis, menarik, serta mencerdaskan beberapa pembaca tentang pemrosesan mineral serta material.

Tak kalah menantang, pertandingan esai menuntut beberapa peserta untuk mengkaji dengan jeli tentang keadaan deposit mineral serta potensi pengembangan industri mineral tersebut di lokasi ASEAN. Tak cukup hanya kekuatan analisis yang mendalam, untuk memenangkan kompetisi-kompetisi di atas, beberapa peserta diharuskan dapat menggabungkan data-data yang ada dengan ide-ide gemilang untuk membuahkan satu jalan keluar yang efisien manfaat terwujudnya pemrosesan mineral serta material yang berkepanjangan.

Meraih Teknologi Melalui Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC) d

image source itb.ac.id

IChEC 2015

source IChEC (@IChEC2015) | Twitter

IChEC

source IChEC (@IChEC2015) | Twitter

Juga sebagai ketua divisi pertandingan, Aldrich Tyto (Tehnik Kimia 2011) menjelaskan bahwa pertandingan rancang pabrik serta pertandingan pemecahan studi masalah ditujukan untuk menjembatani beberapa mahasiswa tehnik kimia dengan kasus-kasus industri, di mana kasus-kasus itu nantinya juga bakal didapati dalam kehidupan industri yang riil.

Dilansir dalam itb.ac.id, rangkaian acara IChEC 2015 ini diikuti oleh mahasiswa dari beragam perguruan tinggi di lokasi ASEAN seperti Universiti Tehnologi Petronas, University of Malaya, Curtin University (Sarawak), Universiti Tehnologi MARA, University Cholalangkorn, Kampus Indonesia, Kampus Gadjah Mada, Institut Tehnologi Sepuluh November, Institut Tehnologi Bandung, dan beragam perguraun tinggi lainya.

Juga sebagai penutup rangkaian IChEC 2015, diadakan seminar akbar dengan tema “Menuju Tehnologi Pemrosesan Mineral serta Material yang Berkelanjutan”. Seminar yang terdiri kedalam dua sesi itu, mendatangkan Dr. Ir. Simon Felix Sembiring juga sebagai pembicara paling utama dalam session pertama. Session pertama dengan bahasan tujuan serta pencapaian ketentuan Menteri ESDM perihal penambahan nilai lebih mineral, ikut mendatangkan Ir. Harjanto, M. Eng juga sebagai Direktur Jenderal Basis Industri serta Manufaktur Kementrian Perindustrian juga sebagai perwakilan pemerintah, serta Ir. Ladjiman Damanik, M. Eng juga sebagai perwakilan Asosiasi Entrepreneur Mineral Indonesia. Sedang pada session ke-2, Irma Kurniawati dari PT Outotec Indonesia serta Ir. Radian Z. dari PT Rekayasa Industri mengulas serta memperkenalkan beragam tehnologi pemrosesan mineral serta material yang ada sekarang ini. Juga sebagai pembicara akhir, Hery Dwiputranto juga sebagai Senior Process Engineer PT Bermacam Tambang, menuturkan gagasan pembangunan pabrik smelter grade alumina di lokasi Mempawah, Kalimantan Barat, juga sebagai perwujudan pemrosesan mineral yang berkepanjangan.