ITB Memang Jagonya Membuat Robot, Ini Buktinya

kontes robotika ITB

Dikampus.com – Kontes robotika di Indonesia masih dimotori oleh penampilan penampilan tergkuat. Salah satunya adalah tim Robot dari ITB. Institut di Bandung ini memang dikenal bergengsi dan seringkali menjadi juara dalam kontes robotika.

Tim dari ITB Unit Robotika (URO) kembali menaklukan ajang teknologi bergengsi yaitu Kontes Robot Indonesia (KRI). Kontes yang diadakan pada tanggal 25 April 2015 ini dilaksanakan di Universitas Budi Luhur Jakarta.

Kontes yang diadakan setiap tahun ini diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DP2M Dikti). Tim dari ITB ini memperoleh tiga piala juara satu pada kategori Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) serta penghargaan Algoritma terbaik pada kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) divisi beroda dan Penghargaan Tarian Terbaik kategori KRSI.

Unit Robotika dari ITB Bandung setidaknya telah mengirimkan lima tim yang terbagi ke dalam lima kategori lomba, diantaranya yaitu tim Dagominton pada kategori KRAI, tim Viva la Ganesha pada kategori KRPAI divisi berkaki, tim Cakra Ganesha pada kategori KRPAI beroda, tim Dago Concordia pada kategori KRSI, dan tim Dago Hoogeschool pada kategori KRSBI. Tim ini yang beradu dalam kontes robotika.

kontes robotitb

Kontes ABU Robocon 2015 diadakan di Indonesia

Asia-Pasific Robot Contest (ABU Robocon) adalah sebuah kontes robot internasional dengan tema yang berbeda-beda setiap tahunnya. Tahun ini, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah ABU Robocon dengan tema pertandingan Robominton. Robominton adalah kompetisi robot yang mengadopsi peraturan pada pertandingan badminton dan menyesuaikannya dengan teknologi robotik yang berkembang saat ini. Untuk mengikuti perlombaan ini, tim-tim dari seluruh universitas di Indonesia diseleksi melalu kategori KRAI pada KRI 2015. Pemenang pada kompetisi KRI tingkat Nasional akan menjadi wakil untuk Indonesia di kompetisi ABU Robocon 2015.

Pada kompetisi KRI tingkat regional II, tim Dagominton berhasil memperoleh juara pertama dan akan kembali bertanding di KRI tingkat nasional. Tim Dagominton diwakili oleh Agung Nuza Dwi Putra (Teknik Elektro 2012), Rendy Wandarosanza (Teknik Elektro 2012), Eko Budi Satriyo (Teknik Mesin 2012), Restu Ikhsanul Fikri (Teknik Mesin 2011), Fanny Achmad Hindrarta K. (Teknik Elektro 2012), dan Helwin Andrealin (Teknik Mesin 2012).

Kontes robot

ITB Mendominasi di Seluruh Kategori Lomba

Selain menjuarai pada kategori KRAI, ITB juga mendapatkan penghargaan pada kategori perlombaan lainnya. Pada kategori KRSBI, perlombaan semakin menantang dengan luas lapangan untuk pertandingan yang menjadi tiga kali lebih luas dibandingkan pada tahun sebelumnya, yaitu berukuran 9 m x 6 m. Tim Dago Hoogeschool berhasil menjuarai kategori ini setelah mengalahkan Universitas Kristen Maranata pada babak final. Adapun anggota yang mewakili tim pada kontes ini adalah Muhammad Luqman (Teknik Elektro 2011), Khoirunnisa Afifah (Teknik Informatika 2012), Wahyu Trisvianto (Fisika 2012), Irvin Shandy (Teknik Mesin 2012), Dhimas Bintang K.(Teknik Elektro 2013), Muhammad Isnain H. (Teknik Elektro 2013), dan Fahziar Riesad W. (Teknik Informatika 2012).

Tidak kalah serunya pada kategori KRSI, tema tarian pada tahun ini adalah tari Jawa dengan judul tarian Bambangan Cakil. Robot penari berupa dua buah robot humanoid harus dapat menarikan tarian mengikuti alunan musik semirip mungkin dengan penari aslinya. Tim Dago Concordia berhasil dinobatkan sebagai robot dengan penghargaan Tarian Terbaik dan juga berhasil membawa piala juara pertama setelah mengalahkan Universitas Pendidikan indonesia pada babak final. Adapun anggota yang mewakili tim pada kategori ini adalah Alinda Nur Fitriana (Teknik Elektro 2012), Alamsyah Setyo N. (Teknik Mesin 2012), Rakhmatullah Yoga S (Teknik Informatika 2012), Radhian Ferel A. (Teknik Elektro 2012), dan Ratriana Aminy (Desain Produk 2012).

Memperoleh juara pertama pada tiga kategori lomba ternyata tidak lantas membuat URO ITB menyerahkan kejuaraan pada kategori lainnya. Pada kategori KRPAI, robotika ITB mengirimkan dua tim yang masuk ke dalam dua kategori, yatu tim Cakra Ganesha pada kategori beroda dan Viva La Ganesha pada kategori berkaki. Prestasi yang gemilang sangat terlihat pada pada kedua tim KRPAI ini. Pada babak penyisihan, keduanya berhasil berada pada puncak kelasemen grup masing-masing. Akan tetapi pada saat memperebutkan posisi empat besar, baik kategori berkaki maupun beroda, memiliki sedikit masalah dengan algoritma robot sehingga tim tidak dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya. Meskipun demikian, dengan strategi luar biasa yang diterapkan pada pertandingan sebelumnya, dewan juri menobatkan penghargaan kepada Cakra Ganesha sebagai tim dengan penghargaan Strategi Terbaik. Adapun anggota yang mewakili tim Cakra Ganesha pada kategori ini adalah Ali Akbar (Fisika 2012), Dimas Agus Fahrudin (Matematika 2012), dan Asep Hermansyah (Teknik Elektro 2012). Dan pada tim Viva la Ganesha diwakili oleh Fauzan Akbar Sahri (Teknik Elektro 2012), Yudi Pratama (Teknik Elektro 2012), dan Luthfi Nurul (Teknik Geologi 2012).

URO ITB berhasil memperoleh lima penghargaan pada KRI Regional II tahun 2015 ini, yang terdiri dari tiga penghargaan juara pertama, satu penghargaan tari terbaik, dan satu penghargaan strategi terbaik. Para pemenang akan maju pada Kontes Robot Indonesia tingkat Nasional yang akan diadakan di Universitas Muhammadiyah Yogjakarta (UMY) pada tanggal 11-14 Juni 2015 mendatang.

sumber : itb.ac.id

Leave a Reply