Tabung BBG Cartridge Bertekanan Rendah Karya Dosen UGM

Dosen UGM Kembangkan Tabung BBG Cartridge Bertekanan RendahDikampus.com РDosen Teknik Kimia Univesitas Gajah Mada, Ir. Imam Prasetyo, M.Eng., Ph.D. telah berhasil mengembangkan alat untuk menyimpan gas. Teknologi ini dilengkapi dengan sistem cartridge (tukar pasang) dengan memanfaatkan adsorpsi gas melalui karbon berpori.  Bapak Imam mengharapkan agar teknologi ini bisa menjadi jawaban dari penerapan kebijakan konversi BBM ke BBG.

Perlu diketahui bahwa BBG yang ada dalam tabung biasa memiliki tekanan 200-250 bar. Tekanan ini termasuk tekanan yang tinggi dan dapat menambah beban pada kendaraan yang digunakan. Tak hanya itu risiko meledak secara tiba-tiba pun tak bisa dipungkiri dalam penggunaannya, apalagi kualitas tabung sendiri yang kurang baik karena memiliki bahan yang tebal.

Oleh karena itu, Imam mencoba menginovasi tabung penyimpang BBG agar lebih mudah dan mengurangi risiko dalam penggunaannya. Sistem yang digunakan adalah karbon berpori.  Dengan sistem Adsorbed Natural Gas (ANG) ini maka tekanan tinggi gas BBG akan turun. Gas di dalamnya akan terikat dengan karbon berpori yang berada di bagian dasar tabung.

Karbon berpori dibuat dari bahan polimer yang dipirolisis (pemanasan tanpa udara). Komposisi polimer berukuran nanometer yang digunakan dapat mengatur ukuran gas di dalamnya.

Sistem ini akan ditawarkan dengan harga yang lebih murah karena tangkinya saja bisa dibuat dengan bahan stainless steel. Teknologi yang ditemukannya akan membuat BBG menjadi lebih aman dan praktis sebab tidak menggunakan bahan tabung lebih tebal dan ukurannya pun lebih kecil.

Dosen berusia 42 tahun ini menambahkan bahwa hasil riset yang dilakukannya selama 3 tahun memiliki keunggulan : jarak molekul gas lebih renggang namun cairan jarak molekulnya lebih rapat. Jika gas mendapatkan tekanan maka jarak antar molekulnya menjadi lebih rapat sampai menempel dan menjadi cairan dengan dikompresi melalui tekanan tinggi.

Dengan menggunakan material yang memiliki pori maka molekul gas lah akan mengisi pori. Pori yang masuk memiliki ukuran nanometer sehingga efeknya menjadi seperti terkompresi dan tekanan gas menurun. Hal yang perlu diperhatikan adalah gas tidak boleh mengandung uap air karena dapat menutupi pori-pori karbon.

Teknologi inovasi ANG dapat menyimpang tabung dengan besar yang sama namun dengan tekanan yang lebih rendah, yaitu 30-40 bar. Teknologi yang dilengkapi dengan sistem cartridge membuat penggunanya tidak perlu mengantri seperti di SPBU, cukup dengan membeli tabung gas seperti LPG.

Leave a Reply